Mudahkanlah, jangan dipersulit!
KOMPAS.com - Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar upacara bendera terpusat dan terbatas secara daring dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2020. Peringatan Hardiknas secara rutin digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Upacara bendera peringatan Hardiknas 2020 secara terpusat dan terbatas sebagai bentuk mematuhi protokol kesehatan. Tahun ini Hardiknas 2020 mengangkat tema "Belajar dari Covid-19". Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh insan pendidikan di tanah air mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19. Berikut pidato lengkap Hardiknas 2020:
PIDATO LENGKAP HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2020
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan
Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan ditanah air, Selamat merayakan hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini harus kita lakukan ditengah pandemi COVID – 19. Semoga Kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini. Saat ini kita sedang melalui krisis COVID – 19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya. Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun. Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada. Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi. Bapak dan ibu yang kami banggakan, Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan, Betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma - norma kemanusiaan didalam masyarakat kita. Timbulnya empati, timbulnya solidaritas ditengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID – 19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan khanya di masa krisis ini, tetapi juga disaat krisis ini telah berlalu. Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Baca juga: Hardiknas, Saya Menulis Ini dengan Tetes Air Mata... Terima kasih telah mengikuti anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya, Salam kebajikan
Jakarta, 2 Mei 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Nadiem Anwar Makarim
Sumber : kompas.com
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo
Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program "Belajar dari Rumah" sebagai alternatif belajar di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ingin memastikan bahwa dalam kondisi darurat seperti sekarang ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di rumah, salah satunya melalui media televisi.
"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," ujar Nadiem Anwar Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).
Selain materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, Belajar dari Rumah juga menayangkan materi bimbingan untuk orang tua dan guru. Serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu.
"Untuk sementara, program ini direncanakan akan dimulai pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020," jelas Mendikbud.
Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid menjelaskan lebih detail mengenai program Belajar dari Rumah di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.
"Jadi masing-masing ada setengah jam. Setengah jam untuk PAUD, setengah jam untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, setengah jam untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD, dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting," tutur Hilmar.
Hilmar juga menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar materi sudah diproduksi Kemendikbud melalui Televisi Edukasi (TVE) maupun produksi dari pihak Dicontohkan sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.
Kemudian, terkait program kebudayaan, Hilmar menjelaskan pada hari Sabtu dan Minggu, terdapat durasi tiga jam khusus untuk program-program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia. Sedangkan pada malam hari akan ditayangkan film Indonesia pilihan dari berbagai genre seperti film anak, drama, dan dokumenter. Untuk jadwal acara program Belajar dari Rumah, masyarakat dapat melihat dan mengunduhnya di laman kemdikbud.go.id.
Ditambahkan Hilmar, Kemendikbud akan menyiapkan sekitar 720 episode untuk penayangan program Belajar dari Rumah selama 90 hari ke depan di TVRI. "Saat ini Kemendikbud sudah menyiapkan tayangan untuk dua minggu pertama, sambil memproduksi untuk tayangan di minggu-minggu berikutnya," pungkasnya. (Anandes Langguana/Danasmoro Brahmantyo).
sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/04/ragam-tayangan-belajar-dari-rumah-di-tvri
WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Keluarga besar SMAN 1 Kertek Wonosobo membagikan 95 paket sembako berisi beras, minyak, gula pasir, mie dan roti kering bagi warga sekitar sekolah yang terdampak pandemi virus Corona, Jumat (17/4).
Warga yang menerima paket sembako terdiri karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pengemudi ojek online (Ojol) dan ojek pangkalan (Opang), keluarga prasejahtera dan pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan Siyono Bojasari Kertek.
Pembagian paket sembako dilakukan guru dan karyawan SMAN 1 Kertek dengan cara jemput bola. Sejumlah guru dan karyawan mendatangi langsung tempat Ojol, Opang dan PKL mangkal serta rumah tinggal keluarga prasejahtera.
Beberapa warga penerima paket sembako mengaku senang dan mengucapkan rasa terima kasih kepada keluarga besar SMAN 1 Kertek yang telah peduli membantu korban pandemi global virus Corona yang mengalami penurunan penghasilan harian.
Beri Manfaat

Wakil Kepala SMAN 1 Kertek Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Dyah Pancasilastuti mengatakan pekerja informal, pedagang kecil dan keluarga prasejahtera paling terkena dampak sosial ekonomi akibat wabah virus Corona.
“Karena kebijakan physical dan sosial distancing (hindari keramaian) sehingga banyak warga stay at home (tinggal di rumah) membuat pekerja informal, PKL mengalami penurunan pendapatan dan buruh terkena PHK,” sebutnya.
Kepala SMAN 1 Kertek Sutarja berharap berharap bantuan paket sembako tersebut bisa memberi manfaat dan meringankan beban ekonomi warga yang terkena dampak wabah virus Corona ini.
“Mari sama-sama berikhtiar secara lahir dan batin, mudah-mudahan pandemi global Covid-19 ini segera berakhir. Virus Corona harus dilawan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan terus berdoa agar pandemi ini cepat berlalu,” tegasnya.
Muharno Zarka-Wahyu
Sumber : http://suarabaru.id/2020/04/17/sman-1-kertek-bantu-sembako-warga-terdampak-wabah-corona/
© Copyright 2019 SMA NEGERI 1 KERTEK